15 April yang lalu, menjadi sebuah cerita yang tak akan terlupakan olehku. Pada hari itu, aku sempat 'mondar mandir' di www.klubhelvy.multiply.com sebuah klub pembaca buku-buku Helvy Tiana Rosa. Namun, ketika kubaca "Pengumuman Lomba Essay Helvy jam. 21.00, karena banyaknya naskah yang masuk via email, diposting diblog, juga di rumah karya FLP", aku mantapkan diri tuk melihat pengumumannya esok hari saja. Tanggal 31 Maret lalu, aku sempat berkunjung ke blog itu, dan tanganku tiba – tiba gatal menulis, ketika kubaca pengumuman lomba itu. Lomba menulis essay dengan tema Helvy Tiana Rosa, Karya dan Dunianya. Tiba – tiba, sosok itu menjelma begitu nyata. Kebersahajaannya, juga cintanya yang tulus kepada semesta. "AKU HARUS IKUT!!!" Tekad itu membuatku segera disconet dari layar warnet. Aku pulang ke rumah, kemudian mulai memainkan jemariku di atas tuts laptopku. Berbicara tentang laptop, alhamdulillah laptop ini kubeli dari hasil kerja kerasnya menulis dan membuat film. Berbagai karya kuhasilkan bersamanya. Karena itu, kemanapun aku pergi, laptop itu selalu kubawa. Seorang temanku sampai meledekku; "Akh, jika kau hampir jatuh dari motor, aku tahu apa yang lebih dahulu kau selamatkan." Aku tersenyum. "Laptop kan?!" Tapi, tanggal 31 Maret itu, aku tidak menulis. Ya, sebab aku ingin mempersembahkan karya terbaikku untuk Helvy Tiana Rosa. Perempuan yang tidak ada pertalian darah sedikitpun denganku, namun semangatnya telah ia alirkan di dadaku, semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Aku tidak ingin menulis hari itu. Tidak akan!!! Aku ingin 'berbicara' dengan Helvy dan bilang; Bunda…, ini untukmu! Maka, dengan penuh perasaan, kutulis HELVY ITU CINTA. Ajaib! Hanya dalam beberapa menit 6 halaman folio spasi 1,5 Times New Roman telah menjelma di layar laptopku. Bukan tulisan, bukan karya, tapi hatiku! Kulukis hatiku di sana. Dan aku bersujud dalam syukur, ketika pagi itu, 16 April 2008 di layar handphone communicator adikku, Emzy Azzam, namaku tertulis sebagai pemenang ke III. Subhanallah. Aku tidak mengharapkan ini, sungguh! Aku hanya ingin Helvy tahu, aku mencintainya seperti aku mencintai syurga. Itu saja. Dan… ya Allah…, hadiah ini terlalu indah untuk dilupakan…
Inilah pengumuman resminya…
PENGUMUMAN LOMBA MENULIS ESAI HELVY TIANA ROSA, KARYA, DAN DUNIANYA Apr 15, '08 9:34 AM by Sulis for everyone
PENGUMUMAN LOMBA MENULIS ESAI HELVY TIANA ROSA, KARYA, DAN DUNIANYA
Pemenang 1: Helvy Tiana Rosa dan Sebuah Peta dalam Sastra Indonesia (Diana Hapsari, Kendari, Sulawesi Tenggara), Hadiah Rp 1,5 jt + piagam + paket buku + paket kursus menulis bersama HTR
Pemenang II: Dua Pagina yang Menolak Kelamin di Muka (Yusuf Maulana , Yogyakarta), Hadiah Rp. 750.000 + piagam + paket buku
Pemenang III: Helvy Itu Cinta (Akhi Dirman, Bima-Nusa Tenggara Barat), hadiah Rp. 500.000 + piagam + paket buku
20 Pemenang Hiburan, masing-masing mendapat piagam penghargaan dan paket buku
1. Helvy Tiana Rosa; Potret Ketangguhan Penulis Muslimah Indonesia (Rafiatul Khoiriyah, Klaten-Jawa Tengah) 2. Helvy dan Konstruksi Realitas (Tri Yustisia Putri, Surabaya, Jawa Timur) 3. Srikandi Baru Sastra Indonesia (Ruri Siregar, Medan, Sumatera Utara) 4. Helvy Tiana Rosa, Karya dan Dunianya (Aya Susanti, DKI Jakarta) 5. Al Hamasah yang Kukenal: dari Cerpen, Ruang Maya hingga Dunia Nyata (Fatimah Zahra, Yogyakarta) 6. Di Ruang Mana Saja, Helvy Selalu Membawa Cinta (Alimuddin, Aceh) 7. Membincangkan Sosok Perempuan Indonesia dalam karya Helvy Tiana Rosa dan Ayu Utami (Ariyaniwati, Samarinda-Kaltimantan Timur) 8. HTR: Pita yang Mengikat Hadiah Tuhan dan Menjadikannya Indah (Dani Ardiansyah, DKI Jakarta) 9. “Ketika Mas Gagah Pergi” Membawaku Menuju Puncak Prestasi (Bambang Kariyawan, Pekan Baru-Riau) 10. Sebuah Kisah Kecil Sangat Sederhana Sehingga Terlalu Muluk untuk Dikenang sebagai Kenangan Paling Berkesan Tak Terlupakan Di Antara Serakan Kenangan Melankolia dan Haru Lainnya (Palris Jaya, DKI Jakarta) 11. Jejak, Inspirasi dan Cinta (Lizsa Anggrainy, Jepang) 12. Diari Tentang Aceh, Hingga Menjadi Penulis (Ani Erna Susanti, Hong Kong) 13. Helvy dan Sindrom si Ratu Lebah (Agus M. Irkham, Magelang-Jawa Tengah) 14. Helvy Tiana Rosa, Dian yang Selalu Nyala ( Yudith Febiola, Singapura) 15. Dia Embun di Pagi Hari (Jenny Jusuf, DKI Jakarta) 16. Pemimpin yang Melayani (Jazimah al Muhyi, Magelang-Jawa Tengah) 17. Hati Helvy (Siti Fatimah, Surabaya-Jawa Timur) 18. Getaran Hati Helvy Tiana Rosa (Evi Fushilah, DKI Jakarta) 19. Tetes Embun di Negeri Naga (Aisyah, Hong Kong) 20. Seribu Daya di Negeri Seribu Menara (Udo Yamin Majdi, Lampung)
Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tak dapat diganggu gugat.
Depok, 15 April 2008
Dewan Juri:
1. Asma Nadia 2. Tomi Satryatomo, 3. Helvy Tiana Rosa
Lain-lain:
Penyerahan hadiah akan dilakukan di Jakarta, Ahad, 27 April bersamaan dengan peluncuran buku Helvy : BUKAVU (Lingkar Pena Publishing House, 2008). Pemenang akan dihubungi melalui telpon.
NB: Nantikan pembahasan karya para pemenang ya…. dan terimakasih sekali untuk semua yang telah berpartisipasi ;D .
 | Selamaaaaaaaaaaaat sekali lagi ya Dek :-)
Btw, kamu belum accept aku tuh, makanya aku gak tau kalo ada jurnal baru ini. Ayo, invitationku diaccept dolo :-p |
 | maksih.... aku belum paham mbak gimana caranya. maklum, masih awan banget. hehehe... bikin blog ini aja aku butuh 2 tahun tuk bisa posting. hehehe.. |
| |