Goresan Kecil Akhi Dirman Al-Amin

Blog EntryYOU NOT LONELY, DIRMAN...Apr 19, '08 3:11 PM
for everyone

Aku sedang sedih

bingung

tak tahu harus bagaimana dan melakukan apa.

i'am lonely this day...

tak ada yang hendak kulakukan. bahkan sebuah novel yang alhamdulillah kujanjikan pada sebuah penerbit agar akhir bulan ini segera kutuntaskan tak jua kusentuh atau kutambah meski satu huruf.

dan... Allah menyapaku.

ia menyapaku dalam syair lagu yang kuciptakan dulu. dalam puisi yang suaranya ku isi sendiri.

aku terpaku dan mulai berkata pada diriku sendiri; Who is u, dirman?! who is you?!

ya, siapalah seorang Dirman yang harus kecewa melihat tingkah orang lain yang 'menyakiti' hati kita?!

Ya Robbi..., biarlah orang lain yang menyakiti, asal bukan aku yang menyakiti. Biarlah orang lain yang mendzolimi, asal bukan aku. Biarlah orang lain yang berprasangka buruk, asal bukan aku...

Dan..., tiba - tiba aku rindu padanya... dan kukutuk diriku sendiri; you not lonely this time and forever, Dirman. you not lonely...

kubaca kembali risalah itu...

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. 
Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha. 
Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya. 
Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a


patutkah aku?! patutkan aku merindukanmu, Ya Rasulullah... patutkah?!

dari speaker laptopku, puisi itu mengalun lembut. puisi yang sering kubaca dengan airmata berderai dan buncahan rindu di atas panggung..

MENITI JEJAK RASULULLAH

Api biara majusipun padam
Kemegahan Istana Kisra Parsi runtuh dalam kedipan mata
Ketika dari rahim mulia ibunda Aminah
Dia hadirkan tawa bagi kelam Jahillia
Meruntuhkan segala hitam jalan, segala kelam

Tanah suci Mekkah Al-Mukarammah pula yang menjadi saksi kesedihannya
Ketika orang-orang tercinta meninggalkan
Kembali menuju sang Kekasih abadi
Ayahanda Abdullah meninggal sebelum mata bening menatap dunia
Dan di bukit Abwa, Ibunda Aminah jatuh sakit
Meninggalkannya sebagai seorang anak yatim piatu

Dan, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah
Angin seakan tak ingin bertiup
Pohon-pohon terkulai dalam kesedihan
Tanah kucurkan ngeri
Para sahabat memasung airmata di kelopak jiwa
Ketika Sang Israil menjemputmu
Menuju kedamaian abadi
Bernyanyi bersama para malaikat di jannahnya
Hanya kata-kata yang tertitah dalam tangis
Ummati… Ummati… Ummati…
Sholat… sholat… sholat….
Kemudian… selesai,
Dengan kereta kencana keagungan
Engkau diterbangkan menuju Istana-Nya
Menuju Istana-Nya

Ya Rasulillah ya Habiballah
Di hamparan do’aku, selalu kubayangkan
Jejakmu menjelma dalam diri
Kemudian, Ku tatap wajah di cermin
Mengapa hanya hitam yang terpeta?
Ku tatap hati
Hanya kabut yang terpeta
Ku tatap diri
Ku tatap kaki
Ku tatap tangan
Ku tatap segala pada diri
Tak ada!
Mengapa tak ada cintaku terpeta sepertimu?!
Mengapa tak ada warna selain kelam?!
Mengapa tanganku, kakiku, diriku, jiwaku
Mataku, langkahku, tak setegar keperkasaanmu?!
Mengapa tak ada secuil jiwamupun yang membekas pada diri?!

Ya… Rasulillah, Ya Habibillah…,
Sungguh! Tak ada yang berubah di bawah matahari
Cinta, benci, rindu, jua tawa
Maka, biarkan segenap kedirianku menjadi prosa sunyi
Yang akan kukembarakan slalu
Dalam meniti jejak-jejak-Mu
Sebab riduku padamu adalah rindu bumi pada hujan
Yang akan menyeka setiap gersang dan luka

Illahi…, hanya pada-Mu aku mengadu
Aku tak bisa berpaling
Intashurullahhu yashurkum
Wa Yutsabit aqdaamakum
Barang siapa menolong agama allah,
Niscaya Dia akan meneguhkan kedudukanmu!
Masjid Al-Amin, 1 Muharram 1424 H

and i know, aku tak akan sendiri. sampai kapanpu... sebab Ia lebih dekat, bahkan dari urat leherkupun sekalipun. (www.akhidirman.multiply.com)


wildflower81 wrote on Apr 27
You're not alone..Im here with u..though u far away..Im here to stay..-nyanyi-
akhidirman wrote on Apr 28
hehehe... yes, i know, i'm not lonely, because aku punya multiply...
imazahra wrote on Apr 28
Loooooooooh, perasaan aku pernah reply deh di sini, kok jadi gak ada yak???
*binun*

You're definitely not lonely, there so many people who have the same dream and passion, just like you :-p and of course, Allah always stays with us :-)
akhidirman wrote on Apr 29
nggak tau tuh mbak ima. hihihi... kok bisa ilang ya?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help