Dedy itu sepupuku dari Bibi Janah. ia tinggal di Bolo dan dalam waktu dekat ini akan menikah (Do'akan ya...)
kami baru saja pulang dari Bima, membeli cartridge printerku yang rusak dan juga mengurus sesuatu yang cukup penting.
Kami star jam 9 pagi dari rumah. dalam suasana panas seperti itu, naik motor tentulah sangat membuat lelah, tapi memikirkan naik bus tentu akan lebih merepotkan dan runyam.
Di tengah perjalanan, tiba - tiba ada seseorang yang sedang susah payah menuntun motornya yang sepertinya mogok. gawatnya, Dedy berhenti dan membalik stir ke arah orang itu.
"Kamu kenal?!" tanyaku.
"Nggak. tapi ia butuh bantuan kita."
Aku seperti dijewer dengan amat kuat.
Dedy... yang selama ini kukenal sebagai saudaraku yang paling berandalan, menjengkelkan, dan kadang bersikap semau gue itu...
Kemudian kulihat hatiku sendiri. begitu beda...
DEdy... terimakasih untuk pelajaran cintamu hari ini...
ajari aku, Ded...